Jokowi Melengos Pergi, Ketika Ditanya Soal Guru Honorer Yang Beraksi

By | September 15, 2019

Presiden Joko Widodo menolak ketika ada pewarta yang menanyakan perihal agresi guru honorer yang berdemo di depan Istana Negara. Unjuk rasa yang dilakukan para guru honorer tersebut, menuntut semoga diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jokowi yang tengah sibuk berada di areal Sains Expo di ICE, BSD, Tanggerang Selatan, sudah mewanti-wanti semoga tidak bertanya di luar topik program Sains Expo.

“Tanya soal program ini saja ya,” kata Jokowi.

Guru-guru yang berdemo berstatus karyawan honorer kategori dua yang tiba dan berasal dari sejumlah daerah. Guna menggelar agresi demonstrasi dan menginap di seberang Istana semenjak hari Selasa 30 Oktober 2018. Dengan tegas, mereka menolak konsep pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), mereka mendesak tetap untuk dinaikkan jadi CPNS.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih, mengancam akan memakai jalur politik apabila pemerintah belum kunjung memenuhi tuntutan para guru honorer.

“Kami yaitu lembaga legal, punya masa, punya hak pilih. Kami tidak akan menyia-nyiakan ini. Kami akan memperlihatkan donasi politik ke calon manapun yang dapat mengangkat honorer jadi PNS,” ujar Titi dilansir CNNIndonesia.com

Dalam askti tersebut, mereka menuntut pencabutan Peraturan Menteri (Permen) Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 dan 37/2018. Regulasi tersebut mengatur honorer K2 yang dapat menjadi PNS hanya yang berusia di bawah 35 tahun.