Tanpa Pemberitahuan, Tki Asal Indonesia Dihukum Mati Di Arab Saudi

By | September 3, 2019

Kabar sedih kembali tiba dari Arab Saudi, perihal seorang TKI Asal Indonesia yang dieksekusi mati tanpa sebuah notifikasi kepada pemerintahan Indonesia. Tuty Tursilawati menjadi satu dari kesekian TKI yang harus menghembuskan nafas terakhir di negeri orang alasannya yakni dieksekusi mati. Perempuan asal Cikesuik, Sukahaji, Kabutapaten Majalengka ini tercatat pergi ke negeri sebrang untuk mendapat penghidupan yang layak pada tanggal 5 September 2009. Tuty bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Kota Thaif, Provinsi Mekkah Barat.

Perlakuan yang didapatkan Tuty tidak selayaknya didapatkan oleh seorang wanita yang sedang bekerja. Pelecehan hingga percobaan perkosaan dialami Tuty, puncaknya pada 11 Mei 2010 dikala hendak diperkosa ia pun melaksanakan perlawanan dengan memukul majikan dengan sebilah tongkat untuk membela diri hingga majikan meninggal.

Sudah jatuh tertimpa tangga, yakni ungkapan miris yang harus tersemat kepada Tuty, alih-alih ingin mencari derma dengan kabur ia malah diperkosa oleh sembilan laki-laki Arab hingga pada akibatnya ditangkap kepolisian di Thaif. Hal ini dungkapkan eksklusif oleh Nisma Abdulla, penggagas Aliasni Tolak Hukuman Mati dikala menggelar jumpa pers di dewan perwakilan rakyat pada 11 November 2011 lalu.

Kabar kematian Tuty Tursilawati pun diunggah oleh akun Twitter @migrantcare yang fokus terhadap soal kasus pengaduan buru dan migran. Upaya pemerintah untuk mencegah hal tersebut terjadi terbilang gagal, padahal Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyebutkan akan melaksanakan upaya intensif untuk membebaskan Tuty dan Eti binti Thoyib yang dikala itu tengah menunggu sanksi mati pada Maret 2018 lalu. Sayang seribu sayang sanksi mati pun tak sanggup dielakkan.