Akibat Jatuhnya Pesawat Lion Air Jt 610, Pemerintah Australia Melarang Pejabat Menaiki Maskapai Tersebut

By | Agustus 14, 2019

Kejadian hilang kontak hingga jatuhnya Lion Air JT 610 menjadi perhatian mancanegara termasuk negara tetangga, Australia. Pemerintah negeri Kangguru tersebut memutuskan untuk melarang pejabat publik dan kontraktor untuk terbang memakai maskapai Lion Air. Bahkan hal ini disampaikan pribadi di situs Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Menyusul bencana fatal jatuhnya pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018, seluruh pejabat pemerintah Australia dan kontraktor diinstruksikan untuk tidak terbang memakai pesawat Lion Air atau maskapai lainnya di bawah perusahaan tersebut,” demikian suara pernyataan Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Australia  pada situsnya.

Larangan ini tampaknya bersifat permanen, pemerintah Australia di Ibu Kota Canberra menyatakan larangan berlaku hingga hasil penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tersebut diketahui. Pesawat yang berisikan 189 penumpang dinyatakan jatuh di Tanjung Karawang sesudah hilang kontak 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Basarnas, Pesawat jatuh di bahari dengan kedalaman 30-35 meter.

Sebagai maskapai Lion Air tidak hanya mempunyai duduk kasus dengan delay waktu keberangkatan, riwayat panjang kecelakaan pun dimiliki pesawat berlogo singa ini. Dalam satu dekade terakhir saja maskapai hemat tersebut telah mengalami 16 kali kecelakaan bung yang secara keseluruhan diakibatkan tergelincir dan gagal mendarat.

Lewat catatan di laman Aviation Safety, Maskapai Lion AIr masuk daftar maskapai yang dihentikan melaksanakan penerbangan ke Eropa pada 4 Juli 2007. Pangkal masalahnya yaitu maskapai itu dianggap tidak lolos dalam standar keamanan penerbangan. Namun, mereka lolos dari larangan itu pada 16 Juni 2016.